Eps.3
*****

Tiba-tiba aku tersentak dan mulai berlari mengejar bis yang membawa Tom-ku. Seolah ada bisikan yang menyuruhku untuk mengejar. Aku terus berlari dan berlari, walau jempol kaki terasa sakit dan urat betis serasa tertarik. 'Aku harus mendapatkan Tom kembali,' bisikku. Tetapi walau aku sudah mengerahkan seluruh tenaga, aku tetap kehilangannya.

Hari itu adalah hari tersuram dalam hidupku. Semenjak perpisahan itu, Tom seolah hilang ditelan bumi. Apalagi kami juga sudah lulus kuliah. Kata temen-temennya, Tom sudah pulang ke kotanya. 

Kini sepuluh tahun telah berlalu, aku sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Jujur, sebenarnya jauh di lubuk hati, aku masih menyimpan perasaan sama dia. Aku pernah melihat wajahnya wara wiri di televisi beberapa tahun yang lalu. Rupanya Tom sedang merintis karir menjadi seorang aktor. Aku kaget sekaligus senang, dadaku berdebar-debar saat melihatnya. 
Wajahnya nggak banyak berubah, hanya semakin tirus dan dewasa. Walau kami sudah memilih jalan hidup yang berbeda dan tak bisa bersama, tetapi aku selalu mendoakannya. Semoga dia bahagia di manapun dia berada.

============

#InfinityLovInk
#WnA
#GAjumat




Komentar

  1. Ya Allaaah ... Tom iku Tom mblesek, toh! Hahaha

    BalasHapus
  2. Oalaah...tom ming seek taaahh hahaha...iku mantanku dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaamuuuhhh?? Ternyata Shinta itu kamuuhh??

      Hapus
    2. Kaamuuuhhh?? Ternyata Shinta itu kamuuhh??

      Hapus
  3. Oalaah...tom ming seek taaahh hahaha...iku mantanku dulu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi

Kandas