SELOKA
========


     Hari ini para penghuni grup Writer and Author mendapat tugas menulis sebuah puisi melayu klasik yang disebut Seloka. Sebagai seorang keturunan melayu, harusnya mudah saja bagi saya untuk mengerjakannya. Tapi rupanya tidak, walau dulu waktu kecil nenek saya sudah biasa mendendangkan syair, pantun, maupun puisi, tetapi karena zaman cepat sekali berubah, lama-kelamaan budaya itu sekarang hanya tinggal kenangan.
     Saya ingat sekali ketika nenek mendendangkan bermacam-macam syair ketika malam tiba. Saya dan sepupu-sepupu duduk mengelilingi nenek sambil memijit seluruh tubuhnya dari kepala sampai ke kaki. Suasana temaram, karena penerangan hanya berasal dari lampu minyak yang apinya meliuk-liuk ditiup angin, membuat malam semakin syahdu.
     Nenek sangat pandai bercerita, bernyanyi, dan berpantun, karena zaman dulu orang-orang melayu tak bisa lepas dari adat itu. Bersyair dan berbalas pantun sudah menjadi napas dalam kehidupan mereka. Jenis pantunnya pun banyak sekali. Ada pantun muda-mudi, pantun percintaan, pantun nasihat, dan lain-lain. Tugas kali ini sukses membuat saya mengorek-ngorek kembali ingatan tentang masa lalu yang sempat terlupakan.
     Seloka berisi tentang perumpamaan atau pepatah yang mengandung sindiran, ejekan, maupun senda gurau. Umumnya ditulis dalam empat baris, berbentuk pantun atau syair. Ciri-ciri seloka antara lain :

*Berisi petuah atau nasihat.
*Terdapat dua baris yang panjang dalam setiap bait.
*Ada hubungan antara isi bait yang satu dengan dengan isi bait berikutnya.
*Baris kedua pada bait pertama menjadi baris pertama pada bait kedua dan seterusnya.
*Serta baris keempat pada bait pertama menjadi baris ketiga dalam bait kedua dan seterusnya.

     Sekarang saya akan mencoba menulis beberapa contoh seloka yang saya modifikasi sendiri.


Seloka Nasihat

1.Asam kandis asam gelugur
   Kedua asam riang-riang
   Menangis mayat di dalam kubur
   Teringat badan tidak sembahyang

2.Kedua asam riang-riang
   Menyanyikan lagu tentang taubat
   Teringat badan tidak sembahyang
   Takkan selamat dunia akhirat

3.Menyanyikan lagu tentang taubat
   Basuh jiwa yang pernah serakah
   Takkan selamat dunia akhirat
   Bila hidup tak pernah sedekah

     Sementara seloka nasihat dulu, lain kali saya akan buatkan contoh seloka jenis lainnya. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya. Salam literasi!

============================

<Vic>
     
   

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi

Kandas